kita mempelajari masa lalu agar tindakan kita di masa kini tidak membuat kita menyesal di masa depan…..
kita mempelajari masa lalu agar tindakan kita di masa kini tidak membuat kita menyesal di masa depan…..
Sebuah Introspeksi Lagi
Originally Posted by Dyama
Disadari atau nggak, mahasiswa di era pasca soeharto lengser cenderung lebih berbeda dibanding dengan mahasiswa sebelum soeharto lengser. Setidaknya, dari intensitas ngomong, mahasiswa jaman sebelum soeharto lengser lebih vokal ngomong di luar urusannya sama…
Hari itu adalah hari yang mendung, saya sepertibiasa terdampar di pojokan kampus, mengerjakan beberapa tugas dan foto – fotoyang harus diedit. Di sebelah saya tampak beberapa rekan yang sedangberdiskusi. …sekilas tampak pembicaraan mereka sepertinya cukup serius,dengan beragam argumentasi yang diluncurkan berbagai pihak yang terlibatdiskusi… Buat saya? Nope, itu bukan urusan saya [walaupun ingin tahu jugasih] dan saya tetap kembali mengerjakan tugas saya yang menumpuk, sambilmenikmati teh hangat hasil bikinan sendiri dari rumah
“menurut lu gimana Bim?” tiba – tiba salah seorangpeserta diskusi itu [sebut saya bernama Logam] bertanya kepada saya.
“apaan? Tanya saya heran
“menurut lu gimana?” tanya Logam lagi
“tentang apa sih emangnya?…..jelasin dulu dehmendingan…” kata saya bingung
“oke……ada dosen yang berkata bahwa tingkatempati mahasiswa pada lingkungan sekitar saat ini itu
rendah. Dia berpendapat bahwa mungkin jika waktukuliah diperlama maka mahasiswa bisa diajarkan untuk lebih berempati lagi”. JelasLogam perlahan
selengkapnya di Celoteh Sang Malaikat Pengembara : : Membicarakan Keberadaan Empati<
ini adalahopini pribadi saya mengenai perbedaan antara Teater Kampus dan Teater Luar Kampus, sila jika berkenan
Aku terlahir sebagai muslim, dan beruntungnya, aku hidup di Indonesia yang mayoritas penduduknya pun mengaku sebagai muslim. Lalu keberuntunganku selanjutnya, aku tinggal di lingkungan muslim sehingga aku merasakan kemerdekaan melakukan ibadah, pendalaman agama, dan juga berdiskusi. Semua hal…
An introspection
Pluit, Jakarta, 20 Januari 2013
it was rather funny but sad….
and speaking of Kuratas, here another video
as i said earlier, now htere is Kuratas and maybe tomorrow there will be Ingram
it’s always be my dream, it sure is until now and maybe forever.
besides, now there is the Kuratas and maybe LABOR in the near future
echoing
Shoegaze, i don’t know why but the video music were calming
[ The Radio Dept ~ It’s Personal ]
unknown to most of the indonesian today, about 2000 or more Imperial Japanese soldier decided to stay in Indonesia, fighting for Indonesia Independence and became an Ordinary Indonesian. This [sadly forbidden movie in Indonesia] were dedicated to them. Nationality is beyond race or event anything
it’s not about the uniform but it is about learning from the past for the present to make a better future